RISET PASAR
A. Artikel Riset Pasar
Pendefinisian Masalah
Pada umumnya kebutuhan akan makanan merupakan kebutuhan primer bagi setiap
manusia. Seiring dengan meningkatnya ilmu pengetahuan serta kesadaran masyarakat
mengenai budaya barat yang sudah mencampuri budaya tradisional, kini para masyarakat
indonesia khususnya para remaja tidak hanya mencari barang-barang yang sedang tren tetapi
mereka juga gemar mencari inovasi makanan yang tercampur dengan buadaya barat. Namun,
produk makanan homemade yang ditawakan di pasar kini kurang bervariasi.
Giggle house adalah sebuah resto kecil yang menarik pelanggan melalui inovasi
makanan yang memadukan antara bahan pangan tradisional serta bahan pangan barat. Untuk
memperbanyak daftar menu, menarik lebih banyak pelanggan, memberi kepuasan baru
terhadap pelanggan, serta meningkatkan keuntungan, giggle house akan memproduksi inovasi
terbaru yaitu “skotel nasi”.
Sesuai dengan namanya, nasi adalah makanan utama bagi masyarakat indonesia. Pada
menu ini, nasi akan dipadukan dengan keju mozzarella dan keju cheddar yang menjadi bahan
pangan orang barat sehari-harinya, serta daging cincang dan berbagai sayuran. Skotel nasi
diharapkan dapat menambah kepuasan pelanggan yang memutuskan untuk merasakan
keunikan inovasi makanan di giggle house.
Untuk itu, riset pemasaran ini akan dilakukan untuk menentukan keputusan apakah
giggle house akan memproduksi menu tersebut atau tidak. Riset ini akan menggunakan desain
eksploratif agar dapat memahami sepenuhnya kriteria makanan yang diminati oleh para remaja
zaman sekarang.
Menyusun Perencanaan Riset Dan Pengumpulan Data
Guna untuk mengetahui seberapa besar ketertarikan remaja terhadap inovasi makanan,
pada laporan riset pemasaran ini informasi yang akan dijadikan bahan analisa adalah data
primer karena peneliti mengumpulkan data secara pribadi. Data primer akan didapatkan dari 4
orang yang masuk dalam kategori target pasar yaitu 2 orang pelajar SMA, 2 orang mahasiswa
melalui wawancara yang dilakukan secara berkelompok. Kelompok pertama yaitu kedua siswa
SMA dan kelompok kedua adalah 2 orang mahasiswa. Wawancara ini dilakukan dalam hari
yang sama namun pada waktu dan tempat yang berbeda. Pertanyaan yang diajukan antara lain
adalah :
1. Apakah benar mayoritas remaja sekarang lebih tertarik oleh hal-hal yang berbau
budaya barat?
2. Kriteria makanan apa yang sekarang diminati oleh anda sebagai remaja?
3. Seberapa tertarik kah anda dengan inovasi makanan yang unik?
4. Pernah kah anda mendengar makanan yang bernama “skotel nasi”?
5. Skotel nasi adalah menu makanan yang menyajikan perpaduan antara budaya timur
dengan barat. Di dalam skotel nasi anda bisa merasakan nikmatnya nasi sebagai
makanan utama, daging cincang dan sayuran sebagai lauknya serta gurihnya
lelehan keju mozzarela dan cheddar. Apakah anda tertarik untuk mencobanya?
6. Apabila anda tertarik dengan harga berapakah anda mau membelinya?
Implementasi, Pengumpulan Data
Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, informasi yang didapatkan dari setiap orang
ternyata ada yang sependapat ada juga yang memiliki beda pendapat. Seperti dari target
pertama yaitu kedua siswa SMA (Shella dan Karin), mereka setuju bahwa remaja zaman
sekarang sangat tertarik oleh hal yang berbau barat karena hal tersebut selalu menjadi tren di
kalangan remajan. Kemudian mereka memiliki perbedaan pendapat mengenai kriteria
makanan, Shella mengatakan bahwa kriteria makanan yang ia suka adalah makanan yang
cepat saji karena tidak harus menunggu lama, sedangkan Karin lebih suka makanan yang
homemade karena itu pasti lebih sehat. Setelah itu mereka menjawab pertanyaan mengenai
ketertarikannya akan makanan unik, mereka menjawabnya dengan yakin bahwa mereka
tertarik karena makanan yang unik mampu memberikan kepuasan yang lebih. Ketika
pertanyaan tentang skotel nasi, mereka melihat satu sama lain dan menjawab, “ngga pernah
denger tuh..”. setelah diajukan pertanyaan yang kelima dengan digambarkan sedikit tentang
skotel nasi, mereka berdua mengatakan bahwa skotel nasi terdengar enak dan menggiurkan
dan mereka sangat tertarik untuk mencobanya. Pertanyaan terakhir adalah mengenai harga,
Shella dan Karin akan membeli makanan itu dengan harga yang sesuai dengan kantong anak
sekolah yaitu sekitar 15-25 ribu.
Jawaban yang diberikan oleh kelompok kedua yaitu 2 orang mahasiswa tingkat
pertama (Isti dan April) ternyata sangat kritis, jawaban mereka terhadap pertanyaan pertama
saja sudah berbeda. Isti berpendapat “meski sekarang budaya Indonesia sudah tercampur oleh
budaya Barat, kita sebagai generasi penerus harus tetap mencintai budaya Indonesia jadi kalau
saya personal tidak begitu tertarik dengan hal-hal yang berbau budaya barat”. Sedangkan April
mengatakan bahwa ia setuju jika mayoritas remaja sekarang lebih tertarik oleh hal yang
sedang tren. Kemudian kriteria makanan yang mereka sukai sebagai remaja adalah makanan
yang murah dan mengenyangkan. Setelah itu, jawaban mereka akan makanan yang unik.
Mereka menjawab bahwa mereka “sangat tertarik” dengan alasan makanan yang ditawarkan di
pasar sekarang mayoritas adalah sama atau mirip-mirip sehingga mereka bosan. Ketika
pertanyaan mengenai pengetahuan mereka akan “skotel nasi”. Isti menjawab tidak tahu
sedangkan April mencoba untuk membayangkan bentuk dari menu tersebut, ia mengatakan
“bentuknya skotel sih tau tapi kalau skotel nasi, kayanya belum pernah deh”. Untuk
pertanyaan kelima, Isti menjawab bahwa ia kurang tertarik dengan makanan seperti itu karena
tidak suka keju. Sedangkan April mengatakan bahwa dia sangat ingin merasakan menu
tersebut, bahkan dia mengatakan harga tidak akan menjadi masalah jika makanan itu benar-
benar unik dan mampu memberikan rasa ketagihan.
Analisis Data
Berdasarkan informasi yang telah didapatkan, ternyata tidak semua remaja menyukai
hal yang berbau budaya barat. Beberapa dari mereka sangat mencintai tanah air dan lebih
memilih untuk tertarik pada hal yang pure budaya Indonesia. Kemudian kriteria makanan yang
menjadi ketertarikan para remaja ini juga sangat berbeda, ada yang suka makanan cepat
saji,ada yang suka makanan homemade, namun terlepas dari kedua kriteria itu mayoritas para
remaja sangat meyukai makanan yang murah, mengenyangkan, serta unik atau yang berbeda
dari yang lain. Hal ini ternyata sangat sesuai dengan kriteria skotel nasi. Menu ini memang
bukan pure makanan tradisional namun bahan nasi, daging dan sayuran yang ada di dalamnya
sama seperti makanan pokok orang Indonesia. Selain itu penyajiannya hanya memakan waktu
sekitar 25 menit sehingga tidak akan membuat para pelanggan kelamaan menunggu.
Walaupun terdengar sederhana karena skotel nasi juga akan disajikan dengan unik yaitu
dengan topping yang dapat dipilih sesuai selera, serta berbagai saus yang tersedia. Selain itu
bahan-bahan yang akan digunakan untuk skotel nasi akan diperhatikan kualitasnya agar tidak
mengurangi ketertarikan pelanggan. Sedangkan harganya akan disesuaikan dengan peminatan
para remaja yang akan menjadi target pasar. Anak sekolah akan membeli skotel nasi dengan
harga yang sesuai dengan kantong mereka, sedangkan mahasiswa tidak begitu memikirkan
harga jika keunikan dari makanan itu mampu memberi kepuasan tersendiri dan memberikan
rasa ketagihan.
Penyusunan Laporan Hasil Riset
Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa para remaja zaman sekarang memiliki
ketertarikan akan inovasi makanan yang unik, mereka bahkan tidak begitu mempertimbangkan
masalah harga jika makanan tersebut benar-benar unik dan mampu memberikan kepuasan
yang sesuai dengan harapan. Maka dari itu apabila skotel nasi diproduksi maka resto giggle
house kemungkinan akan bertambah pemasukannya karena tidak sedikit para target pasar yang
tertarik pada menu baru tersebut. Harga yang ditawarkan lebih baik sesuai dengan kantong
anak sekolah, sebab jika mereka suka dan harganya cocok dengan kantong mereka. Para
remaja ini tidak akan hanya sekali membeli produk tersebut. Selain itu kecepatan dalam
penyajian serta kualitas dari bahan-bahan yang digunakan juga harus tetap diperhatikan agar
tidak mengecewakan pelanggan.
A. Kesimpulan
Seseorang melakukan riset pemasaran dalam beberapa permasalahan tentunya memiliki
sebuah tujuan untuk mencapai target yang telah ditentukan , Berikut beberapa tujuan dari
riset pemasaran
1. Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif
kenyataan yang ada.
2. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi.
3. Identifikasi , meliputi kegiatan mulai dari masalah menajemen sampai merumuskannya
kedalam bentuk maslaah riset pemasaran (Marketing research problem).
4. Menggunakan metode yang tepat dalam pengumpulan data risetnya
5. Menggunakan analisis yang tepat.
6. Interpretasi.
Riset pemasaran sangat membantu menajer pemasaran atau sales untuk menghubungkan
antara Konsumen – Variabel Pemasaran – Lingkungan . Tentunya hal tersebut akan ada
beberapa kendala atau permasalahan diantaranya ada dua kendala secara umum yakni Yang
Dapat di Kontrol dan Yang Tidak Dapat di Kontrol. untuk yang dapat di kontrol yakni
diantaranya sebagai berikut :
1. Produk : Dalam melakukan riset tentunya harus meriset yang pertama yakni produk
karena produk merupakan hal yang paling pokok yang ada dalam sebuah pemasaran,
kalau tidak ada produk/jasanya apa yang harus di pasarkan? namun dalam mencari
sebuah data mengenai produk yang mau di riset kita bisa langsung mendata produk
tersebut.
2. Harga : Harga merupakan object riset yang nantinya kita hari datanya sesuai dengan
kebutuhan riset , dan pastinya harga menjadi nomor 2 setelah produk . karena kalau tidak
ada produk tidak mungkin ada harga
3. Promosi : Setelah itu kita evaluasi kembali promosi dalam pemasaran tersebut. Biasanya
dalam pemasaran promosi adalah hal yang terpenting.
4. Distribusi : Merupakan sebuah pemasokan barang dari pabrik ke distributor yang
diteruskan hingga sampai ke tangan konsumen , mengapa distribusi tersebut perlu
dilakukan riset / evaluasi? karena mungkin dalam distrubusinya yang mengalami kendala.
oleh karena itu distribusi masuk ke dalam daftar evaluasi.
Dalam meriset pasar juga nantinya akan ditemukan beberapa kendala / permasalahan yang
akan dihadapi seorang yang bekerja di bidang pemasaran ketika diperintah untuk meriset
pasar , salah satu kendalanya lagi yaitu masalah yang tidak dapat di Kontrol , berikut
diantaranya :
1. Kondisi Ekonomi
2. Teknologi
3. Peraturan pemerintah
4. Politik
5. Kompetisi
6. Perubahan Sosial
Komentar
Posting Komentar