MENERAPKAN STRATEGI MEREK
A. Pengertian
Merek
Produk adalah sesuatu yang
dihasilkan di pabrik, sedangkan merek adalah sesuatu yang dibeli oleh customer.
Sebuah produk dapat ditiru oleh pesaingnya, sedangkan merek memiliki keunikan
sendiri. Sebuah produk secara cepat dapat termakan oleh waktu, sedangkan merek
yang sukses akan sepanjang masa.
Munurut kotler dalam bukunya yang
berjudul The American Marketing Association: merek adalah nama,
istilah, tanda simbol atau rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut yang
di maksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seseorang atau
sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing.sedangkan
Menurut Rangkuni dalam bukunya yang berjudul the power of brands (2002:2)
merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan feature,
manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek baik akan memberikan jaminan
kualitas, namun pemberian nama atau merek pada suatu produk hendaknya tidak
hanya merupakan suatu simbol saja. Merk dapat juga di bagi dalam pengertian
lainnya, seperti:
a. Brand name (nama merk) yang merupakan
bagian dari, yang dapat di ucapkan. Misalnya, honda, pepsodent dan sebagainya
b. Brand mark (tanda merk) yang
merupakan sebagian dari merk yang dapat di kenali namun tidak dapat di ucapkan,
seperti lambang, desain, huruf maupun warna
c. Trade mark (tanda merek dagang) yang
merupakan merek atau sebagian dari merek yang di lindungi hukum karna
kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu yang istimewa. Tanda merek ini
melindungi penjual dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merek.
d. Copyright (hak cipta) merupakan hak
istimewa yang di lindungi undang-undang untuk memproduksi, menerbitkan, dan
menjual karya tulis, musik maupun seni.
Agar perusahaan dapat menetukan
nama merek yang spesifik untuk suatu barang produk, ada beberapa kriteria yang
perlu di penuhi, antara lain:
1. Merek harus menunjukan manfaat dan
mutu produk
2. Merek harus memiliki ciri khas
tersediri agar mudah di bedakan
3. Merek harus mudah di ucapkan, kenali
dan di ingat
4. Merek sebaiknya tidak bermakna
negatif apabila di terjemahkan dalam bahasa asing
5. Harus di dartarkan ke badan hukum
agar mendapatkan hak paten
Sedangkan, Aaker mendefinisikan merek, yaitu sebuah nama
atau symbol seperti logo yang dimasukkan untuk mengidentifikasikan suatu produk
seorang atau kelompok penjual dan membedakan produk atau jasa tersebut
dibandingkan dengan pesaingnya.
Merek adalah sebuah tanda yang
dapat membedakan barang dan jasa yang diproduksi dan dimiliki oleh suatu
perusahaan terhadap perusahaan lainnya. Kata, huruf, angka, gambar, foto,
bentuk, warna, jenis logo, label atau gabungannya yang dapat digunakan untuk
membedakan barang dan jasa dapat dianggap sebagai sebuah merek.
Merek adalah janji penjual dalam
menyampaikan kumpulan sifat, manfaat dan jasa yang spesifikasi secara konsisten
kepada pembeli. Menurut seorang eksekutif pemasaran, merek dapat menyampaikan
empat tingkat arti yaitu :
1. Atribut, dimana merk yang
memiliki citra yang mampu mengkomunikasikan keyakinan atau kepercayaan
terhadap atribut fungsional produk.
2. Manfaat, dimana pelanggan
tidak membeli atribut, tetapi membeli menfaat. Atribut harus diterjemahkan
menjadi manfaat fungsional dan emosional.
3. Nilai, dimana merek
mencerminkan sesuatu mengenai nilai-nilai pembeli. Pemasaran merek harus
mengenali kelompok spesifikasi pembeli yang nilai-nilaiya sesuai dengan manfaat
yang diberikan oleh merek tersebut.
4. Kepribadian,
dimana merek akan menarik bagi orang yang memiliki kesesuaian / kecocokan
antara gambaran citra dirinya dengan citra merek.
Merek merupakan suatu tanda bagi
konsumen untuk mengenal barang atau jasa yang ditawarkan. Pengertian merek
sering diartikan sebagai nama, istilah, simbol, desain, atau kombinasi dari
semuanya. Agar merek mudah dikenal masyarakat, penciptaan merek harus
mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
1. Mudah diingat
2. Terkesan hebat dan
modern
3. Memilih arti (arti
positif)
4. Menarik perhatian
B. Ekuitas
merk (Brand Equity)
Dengan munculnya konsep ekuitas
merek dilatar belakangi oleh pemikiran bahwa brand yang kuat adalah suatu aset
yang dapat dikalkulasi nilainya. Artinya brand terebut dapat diperjual belikan
sebagaimana aset lainnya dalam perusahaan.
Pengertian ekuitas merek menurut
Kotler, Armstrong (2003;350): “Ekuitas merek adalah nilai suatu merek
berdasarkan seberapa kuat merek tersebut mempunyai loyalitas merek, kesadaran
konsumen akan nama merek, kualitas yang dipersepsikan, asossiasi merek dan
berbagai aset lainnya seperti paten, merek dagang dan hubungan jaringan
distribusi”.
Ekuitas merek yang tinggi
memberikan sejumlah keuntungan kompetitif seperti yang dikemukakan oleh Philip
Kotler (2000;462), yaitu:
a) Perusahaan akan menikmati
biaya pemasaran yang lebih kecil
b) Perusahaan akan
mempunyai posisi yang lebih kuat dalam negosiasi dengan distributor dan
pengecer
c) Perusahaan dapat
mengenakan harga yang lebih tinggi daripada pesaingnya
d) Perusahaan lebih mudah
untuk meluncurkan perluasan merek
e) Merek itu dilindungi
perusahaan dari harga yang ganas
Berdasarkan market fact, Brand
equity adalah keinginan seseorang untuk melakukan pembelian kembali terhadap
merek tersebut atau tidak. Oleh sebab itu, ukuran dari Brand equity berkaitan
dengan loyalitas pelanggan.
Brand equity adalah satu set
brand asset dan liability yang berhubungan dengan sebuah merek, nama dan symbol
yang disediakan sebuah produk atau service bagi konsumen. Brand equity memiliki
lima atribut, yaitu :
1. Brand loyalty (loyalitas merek) merupakan ukuran
kesetiaan pelanggan terhadap suatu merek. Loyalitas merupakan inti dari Brand
equity yang menjadi gagasan sentral dalam pemasaran.
2. Brand awareness (kesadaran akan merek) merupakan
kemampuan seseorang pelanggan untuk mengingat suatu merek tertentu atau iklan
tertentu secara spontan atau setelah dirangsang dengan kata-kata kunci.
3. Perceived quality (persepsi / kesan terhadap
kualitas) adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan
suatu produk atau jasa atau pelayanan dikaitkan dengan harapan pelanggan.
4. Brand Associations (asosiasi merek sebagai
tambahan dari kesan kualitas)
5. Other Proprietary Brand Assets (seperti :
hak paten, merek dagang, channel, dan lain-lain).
Peran Brand equity
Brand Equity menurut Aaker
memiliki peran yang dapat dilihat dari sisi kosumen dan perusahaan. Secara
umum, bila dilihat dari sisi konsumen, Brand equity dapat menambah maupun
mengurangi nilai yang dirasakan oleh konsumen. Brand equity dapat memberikan
nilai lebih sehingga menambah rasa percaya diri konsumen dalam melakukan
keputusan pembelian. Nilai tersebut diperoleh dari pengalaman setelah
menggunakan produk atau jasa dan pengetahuan konsumen akan karakteristik yang
dimiliki produk dan jasa tersebut.
Sedangkan, peran Brand equity
bagi perusahaan yaitu dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan marginal
cash flow (keuntungan) melalui penambahan nilai dari produk atau jasa yang
ditawarkan kepada konsumen. Selain itu, peran Brand equity bagi perusahaan
antara lain yaitu :
1. Brand Equity
merupakan suatu competitive advantage yang dimiliki perusahaan dan dinilai
sebagai suatu hambatan bagi pesaingnya.
2. Dengan
meningkatkan program pemasaran produk atau jasa, maka Brand equity yang telah
dimiliki perusahaan dapat menarik konsumen baru dan menangkap kembali konsumen
yang sudah ada.
3. Brand Equity
dapat memberikan marginyang lebih tinggi kepada perusahann, dimana perusahaan
daptmemberlakuka harga premium untuk produk yang ditawarkan. Selain itu,
perusahaan dapat mengurangi kegiatan promosinya sehingga biaya promosi yang
dikeluarkan dapat serendah mungkin yang pada akhirnya akan meningkatkan
pendapatan perusahaan
4. Brand Equity
dapat menyediakan sebuah platform untuk pertumbuhan perusahaan melalui brand
extentions (pengembangan merek) dimasa yang akan datang.
Dimensi-dimensi Ekuitas Merk
1. Kesadaran
Merek (Brand Awareness)
Sampai mana, nama merek mampu
disebutkan oleh konsumen atau kemampuan sebuah merek untuk muncul dalam
benak konsumen ketika mereka sedang memikirkan kategori
produk tertentu.Mencakup:
a. Pengenalan
terhadap merek (brand recognition): mencerminkan tingkat kesadaran yang
dangkal.
b. Kemampuan
mengingat merek (brand recall): mencerminkan kesadaran yang lebih dalam.
Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:
1. Unaware of brand
(tidak menyadari merek) Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida
kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.
Ada 4 indikator yang dapat digunakan untuk
mengetahui seberapa jauh konsumen aware terhadap sebuah brand antara lain:
a. Recall yaitu
seberapa jauh konsumen dapat mengingat ketika ditanya merek apa saja yang
diingat.
b. Recognition
yaitu seberapa jauh konsumen dapat mengenali merek tersebut termasuk dalam
kategori tertentu.
c. Purchase yaitu
seberapa jauh konsumen akan memasukkan suatu merek ke dalam alternatif pilihan
ketika akan membeli produk/layanan.
d. Consumption
yaitu seberapa jauh konsumen masih mengingat suatu merek ketika sedang
menggunakan produk/layanan pesaing
2. Brand recognition
(pengenalan merek) Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada
saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) Pengingatan
kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan
merek tertentu dalam suatu kelas produk.
4. Top of mind (puncak pikiran) Apabila seseorang ditanya secara
langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan
satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali
merupakan puncak pikiran.
2. Citra
merk (brand image)
Brand image
merupakan bagian dari merk yang dapat di kenali namun tidak dapat di ucapkan,
seperti lambang, desain, huruf dan warna/ persepsi palanggan atas sebuah produk
atau jasa yang di wakili oleh merknya. Citra merk di kembangkan dari waktu ke
waktu melalui kampanye iklan dengan tema yang konsisiten dan di tanggapi
melalui pangalaman langsung konsumen.
Dapat di simpulkan bahwa brand
image adalah seperangkat asosiasi yang unik yang terbentuk dalam benak konsumen
sebagai hasi persepsi konsumen atas identitas sebuah merk. Jenis asosiasi
mencakup:
a. Atribut
a. Hal-hal yang
berhubungan dengan produk: warna, ukuran, disain.
b. Hal-hal yang
tidak berhubungan dengan produk: harga, kemasan, pemakai, citra penggunaan.
b. Manfaat
Berkaitan dengan keuntungan yang diperoleh konsumen dari
konsumsi merek. Maaka manfaat citra merk antara lain ialah:
a. Manfaat bagi konsumen: dengan
citra yang positif terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan konsumen untuk
melakukan pembelian terhadap merk tersebut
b. Manfaat
bagi produsen: perusahaan akan dapat mengembangkan lini produk dengan
memanfaatkan citra positif yang telah terbentuk terhadap merek produk lama.
3. Loyalitas
Merek (Brand Loyalti)
Sikap senang terhadap produk yang
direpresentasikan dalam bentuk pembelian yang konsisten terhadap merek
sepanjang waktu. Loyalitas merek menjadi dasar untuk memprediksi seberapa besar
kemungkinan konsumen pindah ke merek lain. Penciptaan dan peningkatan loyalitas
merek akan menghasilkan peningkatan nilai-nilai kepercayaan terhadap merek.
Berkaitan dengan loyalitas merek,
perlu dicermati adanya 5 kategori pembeli:
a. Switcher/price
buyer: pembeli yang berpindah-pindah, pada umumnya berkaitan dengan faktor
harga.
b. Habitual buyer: pembeli yang bersifat kebiasaan,
tidak pernah mengalami ketidakpuasaan dalam mengkonsumsi produk, biasanya
berkaitan dengan preferensi, budaya.
c. Satisfied buyer: pembeli yang puas
dengan merek yang mereka konsumsi, mempunyai pertimbangan yang lebih rasional
ketika memilih merek.
d. Likes the
brand buyer: pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tertentu. Rasa suka didasari
oleh asosiasi yang berkaitan dengan pengalaman menggunakan merek itu dan juga
merek lain sebelumnya.
e. Commited buyer:
pembeli setia/mempunyai komitmen, merupakan tingkatan teratas dalam kategori
pembeli dalam loyalitas merek. Mereka bangga dalam menggunakan merek tertentu.
4. Perceived
quality
Didefinisikan sebagai persepsi
pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa
berkenaan dengan maksud yang diharapkan.
5. Brand
association
Adalah sesuatu yang berkaitan
dengan ingatan mengenai sebuah produk. Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun
juga memiliki suatu tingkat kekuatan. Keterikatan pada
suatu merek akan lebih kuat
apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk
mengkomunikasikannya.
C. Cara Mengukur Ekuitas
Merk
Kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur
berdasarkan 7 indikator, yaitu:
1. Leadership
yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut
non-harga.
2. Stability yaitu
kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
3. Market adalah
kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
4. Internationality
yaitu kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara
atau daerah lain.
5. Trend merek
menjadi semakin penting dalam industri.
6. Support adalah
besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.
7. Protection
merek tersebut mempunyai legalitas.
D. Manfaat
Pengukuran Ekuitas Merek
1. Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai benchmark terhadap market
leader dan atau kompetitor lain.
2. Hasil pengukuran dapat dijadikan guidance untuk penyusunan
strategi komunikasi pemasaran
3. Membantu dalam pelaksanaan manajemen perusahaan.
E. Pembuatan
Merek
Sebuah merek dagang yang efektif
bagi sebuah usaha sangatlah penting, terutama dalam pemasaran dan penjualan.
Pemasaran dan penjualan produk dan jasa Anda akan berjalan relatif lebih lancar
jika merek dagang Anda menarik bagi para pelanggan.
Inilah beberapa langkah yang
dapat di laksanakan untuk membuat merek dagang yang efektif bagi sebuah usaha:
1. Pilih
nama yang berdaya pembeda
Mungkin ini bukan hal baru lagi, tetapi ini adalah syarat
pertama dan fundamental untuk memilih sebuah nama bagi merek dagang. Nama yang
terdengar mirip dengan kompetitor Anda yang sudah eksis dalam bidang usaha yang
Anda tekuni tidak akan efektif dalam mendongkrak popularitas usaha dan merek
dagang Anda, karena itu hanya akan membuat Anda terjebak dalam persengketaan
hukum yang pelik, menguras tenaga, uang serta waktu bila pesaing Anda
mengajukan keberatan dengan merek dagang Anda itu. Ingatlah bahwa semakin
berbeda merek dagang Anda dari para pesaing, semakin besar peluang usaha Anda
untuk maju dan berkembang.
2. Pilih
yang tidak membingungkan
Pernahkah Anda merasa kesulitan melafalkan nama sebuah
benda kemudian Anda memutuskan untuk tidak menyebutkannya dan cenderung
melupakannya? Begitulah yang dapat terjadi pada merek dagang yang terlalu
'unik'. Meskipun harus terdengar unik dan berbeda, bukan berarti Anda harus
membuat sesuatu yang terlalu aneh dan di luar jangkauan pengetahuan orang.
3. Hindari
merek dagang yang tidak dapat didaftarkan
Tidak ada gunanya mencoba untuk mendaftarkan nama-nama
yang tidak memenuhi syarat. Dengan mendaftarkannya ke pihak yang berwenang,
merek Anda akan terlindung dari niat jahat para pesaing dan Anda mendapatkan
hak kepemilikan yang pantas Anda dapatkan. Di bawah Anda akan ketahui bahwa ada
nama-nama yang harus Anda hindari untuk digunakan sebagai merek dagang.
4. Hindari
kata-kata yang bersifat deskriptif
Kata-kata deskriptif misalnya adalah "Deterjen
Bubuk", "Telepon Selular", atau "Gula Merah". Semua
kata-kata tersebut menggambarkan karakteristik yang melekat pada benda
tertentu. Jika kata-kata seperti ini didaftarkan, kemungkinan besar Anda akan ditolak
karena persetujuan terhadap merek dagang seperti itu hanya akan membuat banyak
orang harus menghindari pemakaian istilah "Deterjen Bubuk" dalam
kemasan deterjen mereka. Padahal itu semestinya adalah istilah yang umum dan
bisa digunakan siapa saja tanpa harus mendapatkan izin.
5. Singkirkan
nama depan
Nama-nama yang sering digunakan sebagai nama depan
seseorang biasanya tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang. Mengapa?
Bayangkan betapa banyaknya orang memiliki nama seperti merek dagang Anda.
Apakah pelanggan akan dengan mudah mengingat merek Anda? Merek "Kopi
Arabica Pak Joko", misalnya, adalah contoh dari merek dagang yang harus
dihindari. Selain karena mengandung istilah yang bersifat deskriptif
("Kopi Arabica"), juga terdapat nama yang sangat sering digunakan
sebagai nama depan orang ("Pak Joko").
6. Buatlah
merek dagang yang jelas dan tidak membingungkan pelanggan
Sebuah merek dagang yang baik sebaiknya membuat pelanggan
tahu bahwa barang yang akan ia beli berbeda dari barang lain yang sejenis yang
telah ada lebih dahulu di pasaran. Misalnya nama "Babie" untuk sebuah
produk boneka mainan adalah merek dagang yang membuat pelanggan bingung (dan
jika tidak teliti, tertipu) karena sebelumnya telah ada merek dagang yang lebih
dahulu terkenal dan familiar di telinga konsumen, yaitu "Barbie". Hal
ini selain tidak membuat produk dan layanan Anda berbeda dari pesaing, juga
akan membuat Anda harus menghadapi tuntutan hukum yang sebenarnya tidak perlu
dan bisa dihindari. Sebagai tindakan pencegahan, lakukan penelitian seksama
terhadap direktori merek dagang yang dimiliki oleh badan berwenang (dalam hal
ini Ditjen HKI).
7. Gunakan
kata-kata yang unik dan berbeda
Hal ini dilakukan agar Anda mendapatkan sebuah merek
dagang yang sebisa mungkin unik serta berbeda dari yang lain. Maka dari itu,
jangan gunakan kata-kata yang bersifat general atau mencakup makna yang luas,
misalnya "bagus", "ekonomis", "efisien",
"mewah", dan sebagainya. Meskipun membawa konotasi dan asosiasi
positif, kata-kata tersebut terlalu umum dan sering digunakan orang. Merek
dagang Anda akan tenggela dan sulit dibedakan dari kompetitor.
8. Hindari
akronim tiga huruf serta angka
Mengapa harus Anda hindari?
Karena akronim biasanya sulit diingat (meski ada beberapa pengecualian seperti
IBM dan ATT yang tetap mudah diingat meski adalah akronim), berlawanan dengan
kata-kata terutama yang dicetak warna-warni yang akan lebih mudah diingat.
Angka juga cenderung dilupakan lebih mudah.
9. Gunakan
kata-kata temuan
Kata-kata temuan adalah kata-kata yang tidak dapat kita
jumpai di kamus bahasa mana pun dan diciptakan secara kreatif oleh manusia. Di
masa sekarang, kata-kata seperti inilah yang sering digunakan oleh
perusahaan-perusahaan besar untuk menarik pelanggan, contohnya Verizon,
Spandex, Exxon, Kodak, dan sebagainya. kelompok kata ini ideal untuk dijadikan
merek dagang karena unik dan bukan kata yang umum digunakan orang untuk
menggambarkan sesuatu. Untuk menciptakan kata yang unik, Anda cukup gabungkan
beberapa kata yang mencerminkan usaha/produk/jasa Anda.
10. Pertimbangkan
nama tumbuhan atau hewan
Nama hewan atau tumbuhan yang menncerminkan sifat
atau karakteristik tertentu yang sesuai dengan produk Anda mungkin akan lebih
mudah diingat dan menarik.
F. KESIMPULAN
Merek adalah sebuah tanda yang
dapat membedakan barang dan jasa yang diproduksi dan dimiliki oleh suatu
perusahaan terhadap perusahaan lainnya. Kata, huruf, angka, gambar, foto,
bentuk, warna, jenis logo, label atau gabungannya yang dapat digunakan untuk
membedakan barang dan jasa dapat dianggap sebagai sebuah merek.
Ekuitas merek adalah nilai suatu
merek berdasarkan seberapa kuat merek tersebut mempunyai loyalitas merek,
kesadaran konsumen akan nama merek, kualitas yang dipersepsikan, asossiasi
merek dan berbagai aset lainnya seperti paten, merek dagang dan hubungan
jaringan distribusi.
Kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur
berdasarkan 7 indikator, yaitu:
a.
Leadership
b.
Stability
c.
Market
d.
Internationality
e.
Trend merek menjadi
semakin penting dalam industri.
f.
Support
g.
Protection merek
tersebut mempunyai legalitas.
Manfaat Pengukuran Ekuitas Merk:
a. Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai
benchmark terhadap market leader dan atau kompetitor lain.
b. Hasil pengukuran dapat dijadikan guidance
untuk penyusunan strategi komunikasi pemasaran
c. Membantu dalam pelaksanaan manajemen
perusahaan
Komentar
Posting Komentar