MENERAPKAN PROMOSI PRODUK
1. PENGERTIAN PROMOSI
Promosi
meliputi kegiatan perencanaan, implementasi dan pengendalian komunikasi dari
suatu organisasi kepada konsumen serta sasaran lainya. Promosi merupakan
kumpulan aktivitas yang memberitahu kebaikan produk dan membujuk pelanggan
sasaran untuk membelinya. Promosi dapat dikategorikan sebagai komponen dalam
campuran pemasaran yang menekankan teknik yang berkesan untuk menjual produk.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa
promosi adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi
konsumen supaya membeli produk yang dihasilkan ataupun untuk menyampaikan
berita tentang produk tersebut dengan jalan mengadakan komunikasi dengan para
pendengar yang sifatnya membujuk. Pada prateknya walaupun pelaksanaan promosi
ini umumnya dilakukan oleh para penjual/produsen, pihak pembeli atau calon
pembeli kadang-kadang ada kalanya secara sadar atau tidak sadar juga telah
melakukan promosi, misalnya bila mereka menginginkan suatu informasi/keterangan
mengenai harga, kualitas dan sebagainya dari pihak penjualan.
2. FUNGSI DAN TUJUAN
PROMOSI
Dengan dilakukannya kegiatan promosi perusahaan
mengharapkan adanya peningkatan angka penjualan dan keuntungan. Menurut Terence
A. Shimp (2000:7) fungsi dari kegiatan promosi antara lain:
1. Informing
(Memberikan Informasi)
Promosi merupakan sarana untuk mengenalkan
produk kepada para konsumen. Promosi membuat konsumen sadar akan produk-produk
baru, mendidik mereka tentang berbagai fitur dan manfaat merek, serta
memfasilitasi penciptaan citra sebuah perusahaan yang menghasilkan produk atau
jasa.
2. Persuading
(Membujuk)
Media promosi atau iklan yang baik akan mampu
mempersuasi pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang ditawarkan. Terkadang
persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer, yakni menciptakan permintaan
bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, promosi berupaya untuk
membangun permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.
3. Reminding
(Mengingatkan)
Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar
dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan
produk dan jasa yang diiklankan, dampak promosi di masa lalu memungkinkan merek
pengiklan hadir di benak konsumen.
4. Adding Value
(Menambah nilai)
Terdapat tiga cara mendasar dimana perusahaan
bisa memberi nilai tambah bagi penawaran-penawaran mereka, inovasi,
penyempurnaan kualitas, atau mengubah persepsi konsumen. Ketiga komponen nilai
tambah tersebut benar-benar independen. Promosi yang efektif menyebabkan merek
dipandang lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi dan bisa lebih unggul
dari tawaran pesaing.
5. Assisting
(Mendampingi upaya-upaya lain dari perusahaan)
Periklanan merupakan salah satu alat promosi.
Promosi membantu perwakilan penjualan. Iklan mengawasi proses penjualan
produk-produk perusahaan dan memberikan pendahuluan yang bernilai bagi
wiraniaga sebelum melakukan kontak personal dengan para pelanggan yang
prospektif. Upaya, waktu, dan biaya periklanan dapat dihemat karena lebih
sedikit waktu yang diperlukan untuk memberi informasi kepada prospek tentang
keistimewaan dan keunggulan produk jasa.
Rossiter dan Percy (dalam Tjiptono, 2002:222)
mengklasifikasikan tujuan promosi sebagai efek dari komunikasi sebagai berikut:
1. Menumbuhkan
persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category need);
2.
Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen
(brand awareness);
3. Mendorong
pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude);
4. Membujuk
pelanggan untuk membeli suatu produk (brand purchase intention);
5. Mengimbangi
kelemahan unsur bauran pemasaran lain (purchase facilitation);
6. Menanamkan
citra produk dan perusahaan (positioning).
3. Manfaat yang
dapat diambil dengan melakukan pemasaran secara langsung antara lain:
1. Belanja dapat dilakukan oleh konsumen
dirumah sehingga hemat waktu dan biaya transportasi dan lebih nyaman;
2. Bagi konsumen mempunyai pilihan barang
yang banyak melalui katalok yang ditawarkan atau layanan online;
3. Konsumen dapat memsan barang baik untuk
sendiri maupun orang lain;
4. Konsumen dapat mempelajari produk sebelum
membeli tanpa harus menemui wiraniaga yang mungkit menyita waktu;
5. Penjual dapat memilih calon konsumen
dengan karakteristik yang sesuai dengan produk;
6. Penjual dapat mengkhususkan dan
menyesuaikan pesanan sesuai kebutuhan calon konsumen;
7. Bahan informasi pemasaran langsung
memiliki keterbacaan yang tinggi karena bahan tersebut dikirimkan pada calon
pembeli yang jelas tengah berminat;
8. Memungkinkan pengujian media dan pesan alternatif
untuk mencari metode pencapaian tujuan yang paling efektif dalam segi biaya;
9. Pemasaran langsung dapat diatur agar dapat
menjangkau calon pembeli pada saat yang tepat;
10. Strategi penawaran langsung sulit dilihat
oleh pesaing;
11. .Dapat mengukur tanggapan dari konsumen sehingga bisa
digunakan untuk membuat keputusan yang lebih menguntungkan.
4. Hubungan
Masyarakat (Public Relation)
Public Relation atau hubungan masyarakat adalah
berbagai program untuk mempromosikan dan melindungi citra perusahaan atau
produknya. Daya tarik hubungan masyarakat didasarkan pada tiga sifat khusus:
Kredibilitas yang tinggi: Masyarakat pada
umumnya lebih mempercayai cerita atau kabar atau gambaran perusahaan dari pada
apa yang dia lihat pada iklan;
Kemampuan menangkap pembeli yang tidak dibidik
sebelumnya: Hubungan masyarakat dapat menjangkau banyak calon pembeli terutama
bagi para pembeli yang cenderung menghindari wiraniaga dan iklan;
Dramatisasi: Hubungan masyarakat memiliki
kemampuan untuk mendramatisasi suatu perusahaan atau produk. Hal ini dapat
membangun kepercayaan publik.
Hubungan masyarakat ini bisa dilakukan melalui
berbagai cara misalnya sosialisasi, keramahtamahan dengan warga sekitar tempat
kita menjalankan bisnis. Melalui hubungan masyarakat yang baik maka secara
tidak langsung kita juga mempromosikan produk kita. Bahkan masyarakat lebih
percaya dengan perusahaan yang dia kenal baik dari pada menyaksikan iklan atau
kewiraniagaan. Namun pada umumnya para pemasar cenderung kurang menggunakan
hubungan masyarakat namun sesekali mereka pasti melakukan program ini. Program
hubungan masyarakat yang direncanakan dengan baik dan dikoordinasikan dengar
elemen bauran promosi yang lain dapat menjadi sangat efektif.
5. Kewiraniagaan
(Personal Selling).
Kewiraniagaan atau juga disebut Personal
Selling adalah presentasi langsung dalam suatu percakapan dengan satu atau
lebih calon pembeli, dengan maksud untuk mendapatkan penjualan. Kewiraniagaan
merupakan unsur terpenting kedua bagi eksekutif untuk menentukan perpaduan
promosinya dalam mendapatkan pesanan. Tujuan kewiraniagaan adalah :
Mendapatkan pesanan untuk produk itu;
Membuat agar pengecer aktif mempromosikan dan
memamerkan produk itu ditempat penjualannya;
Membuat grosir (wholesaler) bekerja sama dengan
pengusaha (manufacturer) untuk aktif menjual produk itu atau dengan mendorong
para pengecer untuk aktif ditempat penjualan dengan iklan penjual dan usaha
–usaha promosi lainnya;
Mendidik mereka yang dapat mempengaruhi
pembelian untuk memilih perusahaannya dan produknya.
Kewiraniagaan ternyata merupakan metode yang
efektif bila besarnya pembelian relatif besar, bila ciri–ciri produk itu
membutuhkan penjelasan dan demonstrasi, bila barang itu dibeli pada jarak waktu
yang jarang, dan bila calon pembeli telah memiliki model lama dari produk yang
hendak ia tukar tambahkan.
Pada saat seorang konsumen perlu mengorbankan
banyak surplusnya untuk membeli sebuah pesawat televisi, sebuah lemari es,
mobil atau rumah, maka diperlukan daya bujuk (persuasion) dari pihak wiraniaga
untuk mengatasi keengganan yang wajar untuk membeli dari calon pembeli.
Kewiraniagaan yang agresif cenderung merupakan metode yang esensial bagi
pemasaran produk yang demikian.
·Dalam memilih metode promosi berupa personal
selling atau kewiraniagaan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara
lain:
1. Bagaimana Merekrut dan memilih wiraniaga
dengan kaliber yang dikehendaki;
2. Bagaimana melatih para wiraniaga baru
sehingga mereka dapat melaksanakan fungsi mereka secara efektif;
3. Metode
gaji/imbalan apa yang akan dipakai;
4. Bagaimana merangsang orang–orang itu untuk
berusaha semaksimum mungkin dalam pekerjaannya;
5. Bagaimana mengawasi orang–orang ini
sehingga mereka memanfaatkan dengan sebaik–baiknya kesempatan–kesempatan yang
ada didaerah mereka;
6. Bagaimana
menentukan wilayah di mana orang–orang beroperasi, dan
7. Bagaimana
menilai prestasi para wiraniaga itu.
·
Ada beberapa metode yang
perlu diperhatikan dalam mendorong Promosi Dealer:
1. Sampai
berapa jauh promosi dealer yang aktif itu dianggap penting;
2. Apakah
distribusinya diseleksi atau tidak;
3. Praktek
saingan, dan
4. Biaya
metode alternatif yang bersangkutan.
Komentar
Posting Komentar